GMNI Aceh Sesalkan Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

54 sec read

Aceh Tenggara | Wakil Ketua Bidang Politik ( Wakabid Politik) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI ) Cabang Aceh Tenggara Alfajri Pasaribu menyesalkan pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang sebut agama adalah musuh Pancasila.

“Kami dari DPC GMNI Aceh Tenggara mengingatkan Yudian Wahyu selaku pejabat negara agar tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan rakyat karena kita tahu kalau Pancasila menjunjung tinggi nilai-nilai agama” kata Fajri Kamis (13/02/2020).

Terlebih lagi, kata Fajri, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia.

“Janganlah lagi kita membenturkan Pancasila dengan agama karena keduanya sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi” lanjutnya.

Mengingat BPIP adalah lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi,
sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Aceh Maulana Yusuf Suparjo, juga menyayangkan sikap seorang pejabat negara yang baru saja dilantik dan kemudian menimbulkan polemik.

“Saya tegaskan ya, Pancasila itu tak bisa dipisahkan dari agama karena kelima sila dalam Pancasila terilhami oleh nilai-nilai agama terutama Islam” kata Maulana.

Maulana, juga berharap agar Kedepannya Kepala BPIP ataupun pejabat negara lainnya agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, apalagi menyangkut hal-hal vital seperti agama dan Pancasila karena jika salah sedikit saja maka dapat melukai hati rakyat Indonesia.

” Kita hidup di negara demokrasi yang berdasarkan Pancasila serta bebas menganut agama, maka dari itu Mari Bersatu Padu Bergotong Royong menjaga keutuhan NKRI tercinta”. Pungkas Maulana.

Ikuti Kami di Sosial Media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *