Panduan Asyik Datang Ke Konser

2 min read

Salah satu cara untuk melepas penat yang kulakukan adalah mendatangi pertunjukan musik. Sepanjang tahun 2019 ini berjalan, sudah beberapa konser kudatangi. Dari mulai yang gratisan hingga berbayar. Yang kuingat pada awal tahun, aku sengaja mengosongkan jadwal agar bisa menikmati Jakarta Folk Festival. Lalu pada bulan-bulan berikutnya, aku menghabiskan waktu senggang dengan mendatangi panggung-panggung artis idolaku.

Aku mengikuti akun media sosial pemusik ini Sal Priadi, Maliq & D’Essentials, Kunto Aji, dan Glenn Fredly. Ketika mereka mengumumkan jadwal tampil beserta lokasinya, aku langsung bergegas menyimaknya. Apbila ada kesempatan untuk menyaksikan mereka manggung secara langsung, tak kusia-siakan.

Tak ingin kehilangan momen mengasyikan tersebut, aku melakukan beberapa persiapan pra-konser. Jangan ditertawakan. Sebab ini penting juga supaya kita menikmati pertunjukkan tersebut.

Biar lebih afdol, aku bagikan saja panduan asyik datang ke konser. Pastinya banyak dari kalian yang juga suka mengisi waktu dan melepas penat dengan pergi ke konser.

Pertama, selalu pantau linimasa sosial media musisi kesayangan. Jangan mengaku tergila-gila karya mereka kalau tidak tahu kabar pementasan berikutnya. Untuk itu, ikuti dulu akun media sosialnya.

Lalu sisihkan anggaran khusus untuk menonton konser. Ini untuk mengantisipasi jika tidak diadakan panggung-panggung gratis oleh sponsor. Apalagi beberapa konser untuk deretan artis ternama, terbilang mahal. Sehingga kita harus merogoh kocek yang dalam.

Kemudian pikirkan juga masalah waktu. Sebagian besar konser diselenggarakan pada malam hari. Untuk para pekerja atau pelajar harus pandai menyimpan energi dan menyiasati pemanfaatan jatah cuti. Pasalnya, konser terbilang aktivitas yang menguras energi. Berteriak-teriak dan berdendang ke sana ke mari. Jadi berdampak pada lemas di esok hari. Kalau tidak meliburkan diri, ya harus menerima konsekuensi; mengantuk sepanjang hari. Meliburkan diri akan lebih baik.

Itu gambaran jika konser di dalam negeri. Sedangkan jika konser diadakan di luar negeri, mau tak mau kita harus mengajukan cuti. Karena waktu tersita untuk perjalanan menuju negara tuan rumah.

Selanjutnya, pastikan kita menghapal lirik lagu yang dinyanyikan pengisi konser tersebut. Sayang rasanya kalau kita hanya berdiam tanpa ikut melantunkan lagu yang dibawakan. Gerak tubuh sebaiknya ikut mengikuti. Karena konser menjadi salah satu sarana untuk merenggangkan kebuntuan dan keruwetan pikiran. Bebaskan dan lepaskan semua beban dengan menyanyi sekencang dan sepuas-puasnya. Tidak masalah mengekspresikan itu.

Urusan pakaian juga perlu diperhatikan. Sebab kenyamanan salah satunya ditentukan lewat baju yang kita kenakan. Lihat dulu lokasi konser. Apakah di dalam atau luar ruangan? Kenakan pakaian yang bisa menyerap keringat karena pasti kita akan berjingkat atau sekadar melambaikan tangan. Tak ada salahnya jaga-jaga membawa jas hujan sekali pakai bila konser bertempat di luar ruangan. Mencegah basah jika sewaktu-waktu turun hujan.

Pakailah aksesoris yang sesuai tema konser. Juga boleh membawa atribut yang menjadi simbol artis atau band, bintang tamunya. Ini menggambarkan kalau kita benar-benar fans sejati. Pilihlah alas kaki yang nyaman untuk lompat-lompat, dengan sol yang empuk dan tali sepatu yang terikat sempurna. Jika terpaksa ingin pakai hak tinggi, usahakan jangan yang lancip karena bisa menggangu keseimbangan saat berdiri dan mencederai penonton lain, rawan terinjak.

Oiya yang tak boleh luput, oleskan deodorant sebelum keluar rumah. Ini untuk menghindari bau ketek yang menyengat. Sehingga tidak cemas kalau berkeringat. Kalau tidak, kasihan penonton lain akan terganggu dengan aroma tidak sedap dari ketiak kita. Bau mulut juga perlu dikondisikan. Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan aroma mulut kita tidak enak. Kalau sudah telanjur ingin makan atau minum, ya silakan tanggung konsekuensinya. Atau bisa diatasi dengan obat kumur atau gosok gigi.

Beralih ke soal pemilihan tempat penonton, cek kursi atau area yang memang jadi tempat kita. Biasanya tertera di tiket. Beberapa konser juga membebaskan penontonnya memilih tempat, apalagi jika posisi penontonnya berdiri. Harus rela dan mau berdesak-desakan.

Yang penting lainnya adalah bawa uang cash secukupnya, jangan sampai kurang. Tak semua spot konser menyediakan fasilitas pembayaran nontunai. Jadi jangan sampai kita kehausan karena batal membeli minum yang tidak bisa dibayar pakai emoney atau mbanking. Memang sih terkadang ada beberapa panitia yang menyediakan minuman gratis bagi pengunjung. Biasanya ditukarkan bersamaan dengan penyerahan tiket asli.

Dan datanglah ke konser di waktu yang ditentukan. Jangan terlalu awal atau terlambat sekali. Yang tepat waktu saja. Perkirakan sendiri waktu perjalanan untuk tiba di lokasi, menukarkan tiket, dan mengantre masuk. Lalu bersiaplah dengan hentakan musik yang seringkali memekakan telinga.

Tips terakhir yang paling tidak unfaedah. Tidak usah malu atau minder kalau datang ke konser tidak berpasangan. Justru konser bisa jadi ajang memperluas pergaulan. Tapi memang kadang lebih enak menikmati konser ramai-ramai bersama kawan akrab atau ehem gebetan.

Ikuti Kami di Sosial Media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *