Perjuangan indah di Pantai Pulau Merah

56 sec read

Menikmat senja adalah kebiasaan seseorang yang romantis. Melihat secara perlahan sinar matahari saat ia terbenam, mengingatkan kita pada kebesaran Allah SWT. Begitulah yang dirasakan tim akunusa.com bulan juli lalu saat berkunjung ke banyuangi selama sepekan banyuwangi menyimpan banyak destinasi indah. Kami singgah ke kawah ijen, taman nasional baluran dan pantai pulau merah.  

Pulau merah merupakan destinasi wisata potensial di Banyuwangi. Bahkan, pada 2012, Pemkab Banyuwangi telah memperkenalkan Pantai Pulau Merah kepada dunia melalui penyelenggaraan ajang lomba balap sepeda “Banyuwangi Tour de Ijen”.

Lokasi pantai ini tidak terlalu jauh dari pusat kota bwi, hanya menempuh waktu kurang lebih 1 jam. Hanya saja, Karen tim akunusa.com belum pernah ke sana, mereka sempat beberapa kali salah rute alias nyasar. Akibatnya, tim ini hanya kebagian sedikit waktu untuk berjumpa dengan indahnya senja kala itu. 

Sesampainya di pantai, memang atmosfer sekitar terasa sangat merah, berbeda denga pantai lain. Hal ini dikarenakan letak pantai berada di paling ujung pulau jawa, dan adanya bukit yang memiliki tanah berwarna merah, sehingga warna aslinya  terkena cahaya senja dan tampak semakin merah. Bukit yang Nampak sebagai pulau ini, bisa diakses saat air surut.

Wisatawan selain berjemur, umumnya datang untuk berselancar ombak. Perairan Pulau Merah memiliki gelombang setinggi 3-5 m, yang tak ideal buat berenang. Konon, Pulau Merah dapat bergeser. Hal tersebut jadi kisah turun-temurun warga setempat. Kabarnya, saat terjadi tsunami pada 1994, pulau itu dapat bergeset. Kini, pantai Pulau Merah digunakan untuk Sesaji Laut setiap 1 Suro atau hari-hari tertentu. Destinasi ini juga sangat indah untuk dijadikan foto pra pernikahan, atau untuk mendapatkan momen-momen romantic bersama pasangan.

“sinar merah senja saat akan terbenam”
Ikuti Kami di Sosial Media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *