Ini Rancangan UU KUHP yang Mengekang Kebebasan Pers dan Berpendapat

1 min read

Indonesia adalah negara yang sudah merdeka sejak tahun 1945. Dengan Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan, Kini Indonesia sudah 74 tahun hidup dalam damai dan kebebasan. Tanpa adanya penjajah dan tidak adanya peperangan, membuat indonesia semakin berkembang dari tahun ke tahun dengan berbagai aturan terbarunya. Salah satunya adalah KUHP atau “Kitab Undang Undang Hukum Pidana”.

Dalam KUHP terdapat banyak aturan hukum yang mengatur tentang tindak pidana seperti penipuan ,pemerkosaan , dan beberapa tindak pidana lainnya. Dengan KUHP, diharapkan dapat tercipta indonesia yang damai dan terhindar dari kejahatan.

Dengan semakin berjalannya waktu, terdapat beberapa pasal dalam KUHP yang akan diubah dan disahkan oleh DPR. Salah satu pasal yang diubah adalah tentang kebijakan pers.

Pers yang awalnya bebas dan menyajikan fakta, nantinya akan diberi batasan pada penyampaian informasi.  RUU KUHP pada pasal 218, membahas tentang wartawan atau warganet yang dianggap menghina presiden dan wakil presiden akan terancam hukuman pidana. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah isi dari RUU KUHP pasal 218 yang berbunyi :

“(1) Setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV.”

Beberapa pihak mengkhawatirkan keberadaan RUU KUHP pasal 218 menyangkut penghinaan presiden dan wakil presiden akan membuat kebebasan berekspresi masyarakat dibatasi.

Namun, Menteri hukum dan HAM, Yasonna Laoly membantah hal tersebut. Menurutnya, perihal pasal penghinaan presiden dan wakil presiden tidak akan membatasi hak berekspresi masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa yang bisa dipidanakan adalah mereka yang menyerang pribadi presiden dan wakil presiden. Bukan mereka yang melakukan kritik terhadap kebijakannya.

Selain itu, Yasonna juga menambahkan bahwa seseorang juga bisa dipidanakan karena melakukan penghinaan melalui surat, memfitnah dan menghina dengan tujuan memfitnah. Karena penghinaan adalah perbuatan   tercela baik dari sisi moral, agama, nilai kemasyarakatan dan juga HAM.

Ikuti Kami di Sosial Media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *