Tak Melulu Bisnis, Kaum Milenial Cenderung Sukai Kewirausahaan Sosial

40 sec read

Direktur MBA Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Subiakto Soekarno, MBA, RFA,OWP, CFP mengatakan, terjadi evolusi pelaku bisnis dalam kewirausahaan sosial.

Sebelumnya, kewirausahaan sosial diminati oleh pengusaha mapan. Setelah ia memiliki keuntungan bisnis yang besar, ia merasa ada kekurangan. Dari sana ia terjun ke bidang kewirausahaan sosial.

Namun lain halnya sekarang. Banyak anak muda yang tidak suka hanya mendapatkan keuntungan semata dalam usahanya. Mereka ingin mendapatkan meaningfull dan impactfull dari apa yang dikerjakannya.

“Bukan cuma uang dan kapitalisme yang dicari, tapi memiliki impact lingkungan dan sosial lainnya,” tutur Subiakto di Bandung, Sabtu (7/3/2020).

Contohnya Grameen Bank di Bangladesh. Mereka mendanai ibu-ibu untuk membantu mereka mendapatkan keuntungan dan kehidupan lebih layak.

Di Indonesia, terdapat Amartha. Perusahaan fintech ini meminjamkan sejumlah dana kepada kaum perempuan dalam bentuk berkelompok.

Uniknya, pembayaran dan penagihan menggunakan sistem tanggung renteng. Hal inilah yang membuat Amartha cepat berkembang.

“Keuntungannya lebih rumit. Karena misi sosial bagaimanapun butuh dana dan biaya. Namun ada faktor lainnya, seperti kepuasan bagi pelakunya. Misalnya ingin masuk surga,” ungkapnya.

Sebenarnya, kewirausahaan sosial ini bisa dikolaborasikan dengan pemerintah melalui Kementerian Sosial.

Melihat perkembangan minat anak muda inilah, MBA ITB tengah mempersiapkan kurikulum untuk kewirausahaan sosial tersebut.

Ikuti Kami di Sosial Media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *