Vokraf: Indonesia Butuh Banyak Talent Industri Kreatif

1 min read

Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) atau talent di sektor industri kreatif sangat tinggi. Hal itulah yang menjadi latar belakang sejumlah alumnus mahasiswa Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) mendirikan Vokraf.

“Vokraf merupakan platform edukasi online untuk meningkatkan fokus talent muda,” ujar CEO Vokraf, Fina Silmi saat dihubungi Selasa (10/3/2020).

Fina menjelaskan, industri kreatif terdiri dari 16 bidang. Perusahaan yang bergerak di 16 bidang ini memiliki persoalannya masing-masing. Dari mulai permodalan hingga talent.

“Nah, kita fokusnya di talent. Saat ini, kebutuhan industri kreatif pada talent tinggi,” tuturny.

Ia mencontohkan, perusahaan animasi yang membutuhkan SDM 3.000-4.000 orang. Namun belum banyak orang Indonesia yang berpengalaman di bidang ini.

Jadinya, dari 4.000 kebutuhan, yang terpenuhi baru 300 orang. Sisanya, diambil dari luar Indonesia. Kejadian seperti ini juga terjadi di bidang lainnya.

Untuk itu, Vokraf bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan talent tersebut. Pihaknya kemudian membut kurikulum yang dibutuhkan industri saat ini.

“Kami membuat kurikulum yang efektif. Kurikulum ini kemudian dikembangkan jadi video pembelajaran. Video pon diisi oleh orang yang sudah expert lebih dari 8 tahun di bidangnya,” tuturnya.

Selain pembelajaran, siswa diberi tugas yang berbasis praktik dengan mengambil studi kasus dari perusahaan. Setiap tugas praktik yang dikerjkan, secara tidak langsung akan menjadi portofolionya.

Sebab dalam industri kreatif yang ditanyakan bukan lulusan mana, tapi portofolionya seperti apa. Karena itu, dalam setiap kurikulum, ada 7-10 tugas praktik yang harus dikerjakan dan akan menjadi portofolionya.

Saat ini, Vokraf memiliki 5.000 siswa berusia 18-25 tahun. Ada lima bidang fokus Vokraf. Yaitu copy writer, 3D animator, YouTube content creator, grafic designer, dan digital strategis.

Ke depan, Vokraf ingin mengembngkan cakupan menjadi lebih dari lima bidang. Dengan bekal ilmu perkuliahan memanage sebuh perusahaan, ia optimistis bisa meraihnya.

“Dulu saya belajar di sekolah bisnis manajemen, sekarang Jodi CEO, related banget dengan apa yang diurusin sekarang. Kini dari tiga orang, Vokraf dikelola tujuh orang,” tutupnya.

Ikuti Kami di Sosial Media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *